スキップしてメイン コンテンツに移動

Akulah Dia

Yohanes 18:6 (TB) menyatakan, "Ketika Ia berkata kepada mereka: 'Akulah Dia,' mundurlah mereka dan jatuh ke tanah." Ayat ini menggambarkan momen penangkapan Yesus di taman Getsemani, di mana kuasa ilahi-Nya terpancar saat Ia menyatakan diri-Nya, menyebabkan prajurit dan penjaga yang hendak menangkap-Nya jatuh tersungkur. [1, 2, 3, 4]

Berikut poin-poin penting mengenai ayat tersebut:
Konteks Peristiwa: Yesus, yang mengetahui semua yang akan menimpa-Nya, maju dan bertanya siapa yang dicari. Saat Ia menjawab "Akulah Dia" (Ego Eimi), kuasa supranatural membuat orang banyak itu mundur dan jatuh.
Pernyataan Ilahi: Frasa "Akulah Dia" (Yunani: Ego Eimi) merujuk pada nama Allah ("AKU ADALAH AKU") di Perjanjian Lama. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan sekadar manusia, melainkan Allah yang berkuasa.Kedaulatan Yesus: Kejadian ini menegaskan bahwa Yesus tidak ditangkap karena kelemahan-Nya, melainkan karena Ia menyerahkan diri secara sukarela untuk menggenapi misi penyelamatan.
Ayat ini menonjolkan momen singkat di mana kemuliaan dan otoritas ilahi Yesus menguasai situasi, membuat para penangkap-Nya tidak berdaya sebelum akhirnya Ia membiarkan diri-Nya ditangkap. [1, 2]

John 3:16 God loves you

Father God Jesus Holy Spirit 

2028end.com

Godlife.com

10lovecommandments.com

このブログの人気の投稿

Jesus is God Proven in only 1 Chapter

Tuhan Yesus bukan Muslim Beliau dibaptis