Musa menyucikan darah dg darah hewan kurban
Musa menggunakan darah hewan kurban untuk mengesahkan perjanjian dan menyucikan umat serta alat ibadah dari dosa. Praktik ini merupakan ketetapan Tuhan dalam hukum Taurat pada zaman Perjanjian Lama.Di dalam kitab Ibrani 9:19-22
dijelaskan secara rinci proses yang dilakukan oleh Musa:Memercikkan Darah: Musa mengambil darah anak lembu dan domba jantan, mencampurnya dengan air, lalu menggunakan bulu merah dan hisop untuk memerciki kitab Taurat serta seluruh umat Israel.Menyucikan Kemah Suci: Musa juga memercikkan darah tersebut pada Kemah Suci dan segala perkakas yang digunakan untuk ibadah.Prinsip Penebusan: Ayat ini menegaskan prinsip utama hukum Taurat: "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan".Makna dan Hubungannya dengan Perjanjian BaruDalam teologi Kristen, seluruh ritual penyucian darah yang dilakukan oleh Musa merupakan bayangan atau gambaran dari apa yang akan digenapi di masa depan:Keterbatasan Darah Hewan: Penyucian dosa menggunakan darah hewan pada zaman Musa bersifat sementara dan harus dilakukan berulang-ulang setiap tahun oleh para imam.Digenapi oleh Kristus: Di dalam Perjanjian Baru, pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib dianggap sebagai kurban yang sempurna. Darah Yesus menumpahkan diri-Nya satu kali untuk selama-lamanya guna menyucikan dan menghapus dosa umat manusia secara kekal.